Home

Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2016

Nikmatin Waktu Loe Sob!



Nikmatin Waktu Loe Sob!
By : KhaniFFauzan
Seringkah loe merasa gelisah sob?
            Tak dapat di pungkiri, banyak diantara kita para remaja yang sering merasa gelisah (bahasa kerennya galau) dalam kesehariannya. Entah apa yang membuat kita gelisah, yang jelas rasa itu sangat enggak nyaman!
            Sekarang, gue ngerasa gelisah. Galau banget, pengin ngapain malah bingung?
            Di kos siang hari, sendirian, nglangut banget. Nganggur, nggak ngapa-ngapain. Mau main ke kos-an temen, ya palingan mereka pada Line-an, Whats’app-an, ato BBM-an (Ni derita orang nggak punya android), sama aja gue di sana atau di sini. Mau tidur nggak jenak, mau belajar? Nggak mood banget! Ngapain aja rasanya males. Palingan ya cuma facebook-an, ato baca-baca artikel di internet.
            Gue tahu, kalo rasa begini ni bukan hanya gue yang ngalamin. Tapi semua remaja seusia gue, juga sama-sama ngalamin.
             Mending daripada bosen, lebih baik main game aja ah.
***
            Dari siang hingga menjelang malam, gue abisin waktu buat nge-game.
            Malemnya, buat ganti hawa keadaan, gue naik tuh di lantai atas kost-an. Untung aja lantai atas kosong nggak ada bangunan kamar, cuma buat ngejemur. Sambil ngopi, gue nikmatin suasana malam temaram dimana kota Semarang di hiasi lampu-lampu pertokoan. Lalu lalang kendaraan melintas di jalanan, meski malam pun tetep aja bisa macet.
Kebanyakan yang berkendara adalah remaja seusia gue, seperti konvoi bareng-bareng boncengan laki perempuan. Gue yakin, asli, mereka awalnya juga ngerasa bosen kayak gue nie, jadinya mereka ngabisin waktu buat jalan-jalan nggak karuan arahnya.
            Sebenarnya, apa sih yang kita usahain buat ngabisin waktu hidup ini?
            Anak kuliah mah cuma pergi kuliah bentar, lalu pulang ke kost-an. Paling-paling kalo keluar ya main ke rumah temen, internetan, ngobrol-ngobrol nggak penting. Abis tu balik lagi, lalu besoknya begitu juga. Terus berputar, nggak ada abis-abisnya. Hidup hanya buat main-main ngabisin duit ortu.
            Kuliah tu buat cari ilmu, kata orang gitu. Tapi, ilmu macam apa jika hasilnya hanya pengangguran bergelar sarjana?
            Gue renungin tuh, gue resapi maknanya. Kuliah tu sebenarnya ngapain? Lha nggak beda juga ama pengangguran yang lain. Saat perkuliahan, isinya cuman main-main aja, materi dari dosen sama sekali nggak masuk dalam kepala. Habis kuliah, maen sama temen. Ngapa-ngapain, semaunya tapi semuanya nggak penting. Ach, apaan sih ini?
            Itu fakta yang harus gue terima bro. kenyataannya gitu. Remaja tu emang masa-masa bingungnya manusia. Istilah kerennya ‘pencarian jati diri’
            Gue selaku remaja, belum tahu apa itu jati diri. Beneran.
            Gue renungin lagi, kehidupan remaja masa gue nie cenderung sangat bebas. Bebas banget, sampe mau ngapain aja bingung. Kita hanya di suruh kuliah, belajar yang rajin aja, bergaul yang bener, tanpa tahu gimana prakteknya. Beda sama anak kuliah tahun 70-an, zaman ‘mekak ra enak’ alias susyaaah buat hidup… sehingga belajar tu bener-bener rajin, tahu prakteknya karena guru-gurunya yang killer tapi sungguh-sungguh dalam mengajar, dan kuliah harus di selingi kerja pula. Beda jauh bro…
            Zaman pasca reformasi, banyak anak-anak muda bergaya hidup sebebas-bebasnya. Banyak sekali anak-anak muda berpakaian selebor, berambut gondrong, semiran, dan sebagainya. Semua ini sebenarnya penuh tanda tanya. Kenapa?
            Sekarang emang era yang bebas, tapi justru mengundang banyak sekali permasalahan. Belum pergaulan bebas yang makin marak. Kelihatannya kita remaja kelihatan just so fun aja, tapi di balik kebahagaan yang di tampilkan ada semacam keresahan yang kita alami. Kita bebas memilih dan memutuskan semaunya, sementara orang tua cuek, terserah mau ngapain aja.
            Hmm… gue inget omongan Cak Nur dulu dalam bukunya Imam Musbikin ’Kuncup-kuncup Cinta di Taman Hati’, menanggapi permasalahan remaja di era reformasi.
            “Pada pokoknya anak-anak muda di kota-kota besar menikmati, tetapi juga sekaligus menderita… mereka menikmati kebebasan untuk memilih dan memutuskan sendiri masa depan mereka, kawin dengan siapa, bekerja macam apa, tinggal di mana, menempuh karir apa,dan jenis peranan social mana yang hendak di jalaninya kelak. Kita katakan mereka menikmati kebebasan itu sebab jika di banding dengan kebalikannya yaitu keadaan serba terikat dan tergantung, maka kebebasan itu adalah suatu kenikmatan. Tetapi sebetulnya kebebasan itu dapat berubah menjadi beban. Mereka menderita beban kebebasan dan tanggung jawab sendiri untuk memutuskan prospek hidup mereka dan menyiapkannya”
            Gaya hidup bebas remaja, gonta-ganti pacar, merokok, minum-minuman keras, sebetulnya merupakan gejala yang nampak bahwa kita sebenarnya tak tahu kemana harus melangkah dan menentukan tujuan hidup.
            Mau tahu faktanya? Gue bukakin sumbernya dulu ya….
            Seperti yang di kutip oleh Yayah, Lembaga konseling para remaja Sahabat Remaja, menemukan dari kasus yang mereka tangani di tahun 1990 di jumpai 80 remaja 14-24 tahun yang hamil sebelum nikah. Penelitian di Menado oleh Werouw mengambil 663 sampel acak dari 3106 orang yang meminta induksi haid ditemukan sebanyak 473 responden yang belum menikah atau 71,3% mengalami kehamilan yang tidak di kehendaki. Dari jumlah tersebut, 291 responden atau 28,8% berusia 14-19 tahun dan 345 responden atau 52% berusia 20-14 tahun.
            Masih kurang?
            Dalam seminar nasional “Paradigma Mabda/Idiologi Dunia” melalui makalahnya yang berjudul dominasi kapitalisme barat dan tanda-tanda kehancurannya, Ismail Yusanto, menyatakan bahwa, “Negeri yang mendewa-dewakan kebebasan termasuk kebebasan seksual-yakni Amerika Serikat tersebut-kini tengah memetik buahnya. Tidak kurang dari 70% remaja AS dipercayai telah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Bila terjadi kehamilan dan hubungan seksual di luar nikah, jalan keluar yang lazim adalah aborsi. Hampir 60% wanita AS di bawah 25 tahun tercatat pernah melakukan aborsi. Wanita kulit hitam tiga kali lebih banyak dari kulit putih. Tak pelak, AS adalah negeri dengan tindak aborsi terbesar termasuk dalam hal wanita melakukan aborsi lebih dari dua kali. Menurut data terakhir, setiap tahun di AS terjadi tidak kurang 1,5 juta aborsi. Sekitar 4.000 tiap hari atau satu aborsi tiap 22 detik. Tahun1995 yang lalu misalnya, Alan Guttamacher Institute mewawancarai 320 ribu wanita di 42 negara. Hasil studinya mengerikan : lebih dari ¼ kehamilan di dunia berakhir dengan aborsi. Dan kalau menurut data lain, setiap tahun terjadi 190 juta kehamilan, maka calon manusia yang di musnahkan mencapai sekitar 47 juta orang!
            Naudzu billahi min dzalik…….. ngeri bener yah faktanya, ni asli lho!
            Saking menderitanya kita, kita jadi mendewakan seks sebagai tujuan hidup. Yah, mengumbar nafsu emang mantap ogg…. Tapi percaya brow, kayak gitu faktanya…
            Terus, apa yang harus kita lakuin sekarang? Bosen, tidur-tiduran, main-main nggak ada gunanya, ngabisin waktu buat ngegame end nonton pelem, bukannya semua itu sia-sia aja?
            Jawabannya adalah…. Gue juga nggak tahu brow… dari awal gue udah ngomong kan?
            Renungin sendirilah, susun rencana hidup loe, karena masa depan hanya loe yang bisa nentuin mau ngapain aja. Belajar yang bener, jangan cuma main-main (padahal gue juga tiap hari main-main melulu…..) yang paling penting yaitu…
            Waktu sekarang, nikmatin aja untuk hal-hal positif.
            Siapa tahu, kita udah nggak punya waktu lagi buat besok, iye nggak?
Semarang, 4 Oktober 2016

Senin, 12 September 2016

Cerpen : Percobaan Bunuh Diri

Percobaan Bunuh Diri
Hasil gambar untuk bunuh diri pakai suntik
By : KhaniFFauzan
Bumi itu datar atau bulat?
Pertanyaan itu selalu menggantung di langit-langit pikiranku. Semenjak hadir kembali paham bumi itu datar, membuatku ragu akan kebenaran ilmu pengetahuan. Teori-teori ilmuan terbantahkan, kebohongan-kebohongan NASA terkuak, namun entahlah yang di katakan penganut flat earth society itu benar atau sekedar cari sensasi.
Aku ingin membuktikannya dengan sebenar-benar bukti yang meyakinkan. Bukan hanya sekedar percaya saja. Lalu bagaimana caranya?
Dengan menggabungkan antara ilmu pengetahuan, metafisika, dan agama, aku telah menemukan kesimpulan akhir demi pembuktian bentuk bumi. Aku akan terbang menembus atmosfer, dan dengan mata kepalaku sendiri ku kan melihatnya. Lalu?
Pakai ruh saja. Jasad tinggalkan di bumi.
Dalam video-video bumi datar, di terangkan bahwa belum ada manusia yang sanggup menuju luar angkasa. Penjelasan NASA pernah ke luar angkasa hanya kebohongan, dan roket-roket yang pernah diluncurkan hanya meledak di atmosfer.
Cara ngeluarin ruh gimana?
Yaa.. bunuh diri lah!
***
Banyak sih sebenarnya cara-cara ngeluarin ruh. Ilmu-ilmu ghaib seputar itu bertebaran dimana-mana, sayangnya aku tak percaya semua itu. Mungkin ada juga sih yang mengaku berhasil praktekinnya, namun kebanyakan cuma kesurupan atau halusinasi sesaat.
Bunuh diri itu sakit lho.
Tapi dengan alat-alat yang kurancang, kukira semua beres!
Dalam laboratorium, telah siap alat-alat tuk memulai perjalanan menembus berbagai alam. Sebuah tabung seukuran manusia yang terhubung dengan penyetabil suhu, kitab-kitab primbon, buku-buku rajah beserta sesajinya, semua siap. Seorang kawanku, Adrian, jadi operator yang mengatur hubungan antara ruhku dengan jasad, agar aku tak benar-benar mati.
Sedikit cerita selingan tentang mimpiku semalam yah!
Sehari sebelum kumantapkan tekadku, aku bermimpi berdiri di tengah kegelapan. Tiba-tiba semua terang seperti siang bolong, lalu ada sebilah pisau menembus perutku dari belakang! Ketika kulihat orang di belakangku, ternyata ia Adrian!
Itu hanya mimpi lho. Bunga tidur tanpa makna.
“Tertanggal 5 Agustus, engkau akan memulai perjalananmu. Tingkat keberhasilan adalah 10%. Jika gagal, pilihannya adalah mati. Kau siap?”
Aku mengangguk pada Adrian setelah masuk ke dalam tabung. “Siap”
Tabung menutup rapat. Selang-selang infus terpasang. Mesin-mesin di jalankan. Untuk memulainya, aku meminum kopi yang telah di campur sianida. Pening menjalari kepalaku, tubuhku kejang-kejang hebat, Adrian lalu menyuntikkan penawar racun yang telah di campur morfin 0.5 gram. Mataku memerah, rasanya perih sekali. Mengerjab-kerjap dalam gelap. Tanpa rasa.
Desir halus terasa di tengkukku. Syaraf-syaraf tercerabut satu per satu. Mulai dari kaki, ke pusar, lalu kerongkongan. Nah, saat di sinilah rasanya seperti di panggang hidup-hidup di atas bara api, atau seperti ketika lehermu tertancap tombak bercabang hingga menembus tengkuk lalu di cabut paksa. Kira-kira rasanya seperti itulah.
Namun, samar telingaku menangkap lengking sirine darurat. Aku tak tahu apa yang terjadi, yang jelas rasanya seperti ribuan tombak bercabang menembus sekujur badanku, lalu di tarik, lalu menembus kembali, beratus-ratus kali amat menyiksa.
Kemudian perlahan berkurang, stabil, rasanya ringan.
Tanpa kusadari, tubuhku melayang-layang di atas ruangan. Kulihat jasadku kejang-kejang hebat, hingga hidung dan sela-sela mataku mengeluarkan darah tanpa henti. Adrian berkali-kali menyekanya, tak kunjung reda.
Coba kusentuh jasadku, namun tembus. Sejenak ku merasa panik, coba kumasuki jasadku. Tak bisa. Wajah Adrian makin pias, tubuhku bergetar hebat makin membiru. Lalu tanpa ragu, Adrian mengambil sebilah pisau.
Ujungnya yang runcing menembus dadaku. Adrian membisikkan kata maaf.
Tiba-tiba, ruhku tersentak ke atas seperti tersedot. Terus menembus atmosfer, kutahan perih menjalari sekujur tubuh dengan kupejamkan mata.
Sampai di angkasa.
Tak dapat kulihat bentuk bumi.
Yang ada hanyalah ribuan makhluk bersayap yang besarnya menutupi cakrawala. Salah satu dari mereka ternyata sejak tadi mengamitku menuju lebih ke atas lagi. Lebih tinggi lagi. Hingga akhirnya ia lalu melemparku dalam kubangan api.
“Ia mati bunuh diri” begitu bisiknya pada makhluk sejenisnya.
Aku tenggelam dalam siksaan tanpa akhir!
…..
‘Gedebuk!’
“Arrgh…!!”
 Aku terjatuh dari kursiku. Di atas meja belajar, dimana-mana masihlah terserak benda-benda penelitian yang belum sempat kuselesaikan. Semua hanyalah ilusi.
“Mimpi sialan!” gerutuku.
Semarang, 06 September 2016

Jumat, 09 September 2016

Review Cerpen #1 : Pena, Mimpi-mimpi Semu, Paradoks yang Tersembunyi, dan Orang Lemah.

            Kali ini admin aka. penulis, mau nge-review cerpen-cerpennya yang di posting dalam blog ini. Review nie dibuat agar agan-agan semua mudah memilih, mana cerpen yang sesuai dengan seleranya.
            Namun perlu agan ingat, semua review cerpen adalah cerpen twist end, cerpen misteri, cerpen psychological, dan cerpen horror. Bagi agan yang gak suka keempat genre tersebut, dapat menyimak postingan yang lain.
            Peringatan : Review cerpen ini mengandung spoiler! Bagi agan yang mau langsung baca cerpennya, dapat meng-klik judul di samping ini- Pena, Mimpi-mimpi Semu, Paradoks yang Tersembunyi, dan Orang Lemah. (pilih aja sendiri…)
1.    Pena
Cerita pendek yang menggambarkan perjalanan waktu sebuah pena selama 10 hari. Dimulai dari seorang pemuda yang menemukannya secara tak sengaja, beralih pada tokoh Eiri sang penulis novel bestseller, gambaran keadaan dunia di Negara Z, dan sebagainya. Semua itu berkesinambungan dalam setiap alur yang memiliki jarak waktu tertentu, hingga mengungkap fakta akhir yang mengejutkan.
Hati-hati, ending cerita akan membuat agan shock. Tidak disarankan bagi agan yang bermental lemah.
Genre cerpen : Mystery, Psychological
Beberapa cuplikan cerpen “Pena
(H-10 (20:50- Distrik satu)
……..
Pukul sembilan tepat, tragedi mencuat. Seorang anak laki-laki tertimpa sebilah besi disamping bangunan yang sedang di renovasi. Beberapa bungkus supermi berserakan di jalanan. Dalam posisi telungkup, darah mengalir pekat dari luka-lukanya.
                        Dan di tangan kanannya, tergenggam erat sebuah pena.
                        …….
                        H-1000 Tahun Lalu
                        ……..
Tanpa perlawanan yang berarti, seluruh prajurit mencabik-cabik tubuhnya hingga nyawanya bagai setipis benang. Sang lelaki masih bertahan dari serangan para prajurit. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, dibukanya kotak itu dan dia ambil isinya. Para prajurit menghentikan serangannya sejenak, mengamati apa yang ingin dilakukannya.
Dengan lemah, kedua kakinya berdiri tegak. Sambil menggenggam benda itu, tangannya teracung ke depan. “Suatu hari, benda ini akan mengakhiri dunia!” Kilat mencelap dari langit. “Kedua pena ini, tak ada yang dapat menghentikannya untuk memberi kutukan. Dunia ini kotor, dunia ini penuh nista dan ketidakadilan! Pantas untuk dihancurkan!”
Dia lemparkan kedua benda itu ke langit. Bersamaan dengan petir yang menyambar, dua pena itu menghilang. Hidup sang lelaki berakhir saat itu juga.)
2.    Mimpi-mimpi Semu
Mengisahkan fantasi mimpi seorang pelajar SMA yang sedang kasmaran pada gadis sekelasnya. Setiap malam, selalu ia bermimpi bertemu dengan pujaannnya dalam sebuah taman yang indah. Namun beberapa hari selanjutnya, ia tak lagi menemui mimpi itu. Ketika mimpi itu datang lagi, tak lagi indah seperti mimpi-mimpi yang lalu. Apa yang sebenarnya terjadi?
Mimpi-mimpi semu, salah satu cerpen yang dijamin akan membuat agan terbawa ke dalam alam fantasi menakjubkan, seakan agan dibawa ke alam khayali yang penuh imajinasi. Namun akhir dari itu semua adalah ending yang akan membuat agan langsung drop dan berubah rasa seketika. Setelah di tinggikan, agan akan terjatuh sejatuh-jatuhnya! (maaf lho… he..he..he..)
Cerpen ini memiliki ending mengenaskan. Tidak disarankan bagi agan yang memiliki sifat pemarah dan mudah shock.
Genre cerpen : Mystery, Psychological, Fantasy
 Cuplikan cerpen “Mimpi-mimpi Semu
…….
( Sayangnya, ku hanya bisa menikmati indah parasnya dari kejauhan. Di balik rimbun pepohonan, ku melihatnya bermain dengan alam. Kecipak air serta lantunan anggun bait-bait suci  menjadi kebiasaannya. Ketika ku tak dapat menahan diri untuk tak mendekatinya, tiba-tiba muncul semburat merah dari langit. Senja pun turun perlahan, bersamaan dengan sosoknya yang menghilang dalam keremangan.
                        Lalu sepi ku sendiri.
Saat ku terbangun, entah mengapa kurasakan getar-getar halus menjalari dadaku. Rona indahnya selalu terbayang lekat, pekat, membawaku menuju ranah khayali romansa. Bahaya sekali bila dada ini meledak.
……..
Satu hari yang lain dari biasanya, kali ini aku tidak melihat senyuman itu lagi. Dalam mimpiku, ia terlihat murung, seolah mengabaikan rayuan alam yang berusaha menghiburnya. Hawa eligi berhembus dari jiwanya, membuat bunga-bunga layu satu per satu. Sinar matanya kini meredup. Langit yang cerah kini mulai berselimut awan mendung. Apa yang terjadi? Kemana semua kebahagiaan itu lenyap? Hari ini, seakan itu bukanlah dirinya. )

3.    Paradoks yang Tersembunyi
Menceritakan seorang lelaki yang baru pulang dari kantor. Sepanjang perjalanan, ia merasa diikuti oleh seseorang. Namun saat ia menengok ke belakang, tak ada siapapun kecuali hanya sebuah bola tanpa gurat-gurat alur yang teronggok di tengah jalan.
Dengan campuran antara genre komedi dan misteri, cerita ini mampu membuat agan mengernyitkan dahi. Beberapa keanehan melingkupinya, membuat agan berusaha memahami maksudnya.
Meski begitu, cerita ini memiliki ending yang menggelikan, sekaligus membuka presepsi kita mengenai teknologi kloning yang dulu pernah populer. Apa hubungannya? Agan akan tahu sendiri setelah membacanya.
Genre cerpen : Mystery
Cuplikan cerpen “Paradoks yang Tersembunyi
…..
(Beberapa langkah ia gapai, desir aneh kembali menerpa tengkuknya. Suara tapak kaki terdengar sumbang saat ia berjalan, seakan ada yang mengikutinya dari belakang. Kepalanya menoleh ke belakang. Tak ada apapun, hanya ada bola itu di belakangnya.
Ia pun mempercepat langkahnya karena perasaannya mulai tak enak. Jantungnya berdegup tak teratur imbangi kecepatan kakinya. Perasaan ada yang mengikuti kian menguat saat sekelebat bayangan manusia ia tangkap melalui pAganngan matanya yang mengarah ke kanan bawah. Kepalanya menoleh kembali ke belakang diliputi perasaan cemas. Sekali lagi tak ada apapun, kecuali hanya bola itu yang berada di tengah jalan.
Makin cepat, ia pun berlari kencang. Sosok di belakangnya seakan memburunya beringas melihatnya melesat. Suara bola ditendang tak sengaja, menggema di udara membuktikan kalau di belakangnya memang ada yang mengikuti. Hembus nafas tak teratur terselimuti rasa takut yang benar-benar menguat. Ternyata memang ada yang mengikutinya! Semburat ketegangan mencuat dibalik rona cemasnya demi menyelamatkan diri dari sosok yang mengejarnya. Entah apapun itu, yang jelas perasaannya mengatakan sosok itu berbahaya. Badannya mencoba berkelit dari kejaran dengan menelusup ke gang-gang sempit, tak tahu sampai ke mana. )
4.    Orang Lemah
Cerpen ini mengandung kekerasan, sadistik, dan beberapa hal yang mengerikan. Sengaja di taruh pada awal review sebagai peringatan. Tidak di sarankan bagi agan yang gampang trauma dan mudah shock.
Bahkan penulis sempat sakit perut saat menyelesaikan endingnya. (Karena mules …. he..he..he..)
Menceritakan penderitaan seorang pelajar-sebagai si orang lemah, yang kerap di bully oleh teman-temannya. Kerap kali ia menerima perlakuan kasar yang tidak manusiawi dari mereka. Penganiayaan itu mencapai puncaknya, saat para pem-bully menghancurkan foto-foto ibundanya yang telah meninggal. Ia shock. Ia benar-benar kecewa. Dan itu mengantarkannya ke pintu gerbang neraka traumatis ….
Dengan gaya bahasa yang tak biasa, penulis mampu mengantarkan pembaca ke dalam misteri mengejutkan.
Genre cerpen : Horror, Psychological
Cuplikan cerpen “Orang Lemah
(Kurang puas hanya menganiaya, mereka ingin merusak segalanya tentang Dani. Sepulang sekolah, kelimanya menyerbu apartemen Dani berdengus-dengus. Ada yang menyaksikan tragedi itu, tapi emang sih sifat dasar manusia maunya aman-aman aja. Ada pula manusia lewat lalu sembunyi-itu aku, sinting merekam peristiwa itu penuh senyuman. ‘Pasti banyak subscribe di YouTube!’ kata sorot matanya.
Menggunakan tongkat bisbol, kepala di hempaskan. Kaki menjejak-jejak punggung, kursi-kursi di lemparkan. Ruang tamu jadi kapal pecah. Semua jendela kaca pecah, mereka koor berteriak senang! Dani batuk darah.
Dia jatuh telungkup ditindih, tangannya diikat jemari ke punggungnya. Helai rambut ditarik keras. Seorang raksasa ada di depannya. Tersenyum lebar. Menggenggam dompetnya. Beberapa lembar uang berpindah ke kantung kumal, oh sebuah foto hitam putih terselip.
                        Dani berteriak ‘Jangan!’
                        Mata raksasa itu membulat.
Tanpa banyak cingcong, gambar itu tercerai berai jadi serpihan yang diinjak-injak.
…..
Besoknya lagi ia berangkat. Tanpa tas, tanpa buku, seragam masih seperti kemarin, awut-awutan. Lalat-lalat merubunginya. Guru menyuruhnya cuci muka. Tapi sampai akhir pelajaran, ia tak kembali.
Kutu-kutu kepalanya berpesta pora akibat dekil sosoknya. Matanya merah, sayu. Tak ada yang benar-benar peduli-cari aman tanpa masalah. Bahkan para guru dan tetangganya begitu.
Sudah tiga hari berselang dalam hening.
Kulitnya mulai memutih pucat serupa mayat)
…..
Barangkali, review empat cerpen dulu yang admin posting. Kapan-kapan bisa di sambung lagi. Kalau ada yang mau ngasih kritik dan saran, bisa komen di bawah postingan ini.
Kalau ada yang sampai shock, admin udah nyiapin penawarnya…. He..he.. (Kayak habis kena racun ya?). Coba agan baca Cerita Kerikil Tentang Seorang Lelaki. Sengaja admin gak ngebuat reviewnya, karena cerita ini begitu menyentuh … (Nggak cocok sama genre keempat cerpen di atas, itu alasan sebenernye …)
Bagaimana menurut agan-agan?
Semarang, 09 September 2016