Home

Label Genre

Tampilkan postingan dengan label Nasehat Untuk Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Untuk Sahabat. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

Nasehat Untuk Sahabat : Relativitas-Paradoks

Nasehat Untuk Sahabat : Relativitas-Paradoks

By : KhaniFFauzan

            Tahukah engkau kawanku? Dunia adalah sebuah tempat yang didalamnya berisi relativitas-paradoks yang absurd. Tak ada yang dapat memungkiri, bahwa dibalik suatu kebenaran, pasti ada rahasia-rahasia konkrit. Seluruh rahasia yang ada di dalamnya, memiliki makna-makna relativitas yang akan mengantarkan pada suatu misteri. Ungkapan dari misteri-misteri kebenaran = sebuah fakta mengejutkan.

            Semua yang ada adalah sama. Dibalik warna putih, ada tujuh warna yang berbeda. Dibalik kebaikan, tersimpan keburukan-keburukan kecil, semisal perbuatan menolong orang lain. Hanya satu kebaikan itu, kita harus mengorbankan waktu berharga kita, tenaga, terkadang pikiran, dan harta kita. Padahal, belum tentu orang yang kita tolong akan bersikap sama.
 Hasil gambar untuk relativitas
            Untuk membuat sebuah relativitas, kita harus menyadari adanya paradoks. Dan paradoks-paradoks yang ada di dunia memiliki relativitas-relativitas terkait yang akan mengantarkan pada kesimpulan akhir.

            Yaitu kebenaran.

            Bersumber dari hati nurani.

            Namun kebanyakan relativitas-paradoks adalah kumpulan keanehan-keanehan tiada terduga.

            Sebab, sebenarnya mana yang benar dan mana yang salah, seringkali tertutupi oleh manusia itu sendiri.

            Kita sedang berada dalam dunia yang terbalik.
            Apa yang kita perkirakan baik, bukanlah hal yang baik. Dan apa yang kita perkirakan buruk, adalah kebaikan. Itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari kita yang salah. Ada yang salah dengan kehidupan kita.
            Apa contohnya?
Coba baca secara urut, temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Udah dulu ya kawan-kawanku, ni masih berlanjut kok!
 Semarang, 08 September 2016
23:51

Nasehat Untuk Sahabat : Relativitas-Paradoks

Nasehat Untuk Sahabat : Relativitas-Paradoks
 

By : KhaniFFauzan

            Tahukah engkau kawanku? Dunia adalah sebuah tempat yang didalamnya berisi relativitas-paradoks yang absurd. Tak ada yang dapat memungkiri, bahwa dibalik suatu kebenaran, pasti ada rahasia-rahasia konkrit. Seluruh rahasia yang ada di dalamnya, memiliki makna-makna relativitas yang akan mengantarkan pada suatu misteri. Ungkapan dari misteri-misteri kebenaran = sebuah fakta mengejutkan.

            Semua yang ada adalah sama. Dibalik warna putih, ada tujuh warna yang berbeda. Dibalik kebaikan, tersimpan keburukan-keburukan kecil, semisal perbuatan menolong orang lain. Hanya satu kebaikan itu, kita harus mengorbankan waktu berharga kita, tenaga, terkadang pikiran, dan harta kita. Padahal, belum tentu orang yang kita tolong akan bersikap sama.
 Hasil gambar untuk relativitas
            Untuk membuat sebuah relativitas, kita harus menyadari adanya paradoks. Dan paradoks-paradoks yang ada di dunia memiliki relativitas-relativitas terkait yang akan mengantarkan pada kesimpulan akhir.

            Yaitu kebenaran.

            Bersumber dari hati nurani.

            Namun kebanyakan relativitas-paradoks adalah kumpulan keanehan-keanehan tiada terduga.

            Sebab, sebenarnya mana yang benar dan mana yang salah, seringkali tertutupi oleh manusia itu sendiri.

            Kita sedang berada dalam dunia yang terbalik.
            Apa yang kita perkirakan baik, bukanlah hal yang baik. Dan apa yang kita perkirakan buruk, adalah kebaikan. Itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari kita yang salah. Ada yang salah dengan kehidupan kita.
            Apa contohnya?
Coba baca secara urut, temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Udah dulu ya kawan-kawanku, ni masih berlanjut kok!
 Semarang, 08 September 2016
23:51

Relativitas-Paradoks #1 : Bersikap dalam Keseharian

Hasil gambar untuk bersikap baik

        
    Kita sering menghakimi orang lain atas kesalahan mereka. Sedangkan kesalahan kita, malahan seringkali tak tampak di depan mata. Mengurusi hal-hal tak penting atas orang lain lebih kita sukai, daripada mengurusi diri sendiri.
            Lalu bagaimana kita bersikap? Bukankah itu lebih baik daripada hanya diam saja ketika orang lain berbuat salah?
            Itu salah satu statement pengaburan fakta. Sebenarnya kita sadar kalau itu salah, sayangnya kita menyangkal karena tak ingin orang tahu kelemahan kita.
            Dan bersikap diam-cari aman tanpa masalah, adalah sikap terburuk dari segala sikap buruk yang ada. Pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, penganiayaan, sadistic, kesemuanya terjadi karena sikap diam. Diam tidak peduli. Diam tak ingin ikut kena imbasnya. Dan diam selama bukan kita yang mengalaminya.
            Padahal bukan hanya satu atau dua orang yang bersikap diam membisu. Ratusan, jutaan manusia yang memiliki sikap itu. Wajar saja, karena sifat umum dari manusia adalah cari aman. Selama itu tidak ada kaitannya dengan kita, kenapa harus peduli?
            Menghakimi orang salah, diam juga salah, peduli dengan diri sendiri salah, apa yang benar sebenarnya?
            Adil. Tempatkan sesuatu pada tempatnya. Lakukan hal yang semestinya.
            Tak perlulah repot-repot orang berpidato terlalu lama, koar-koar sana-sini cari dukungan atas masalah-masalah yang sebenarnya kita sadar dapat menyelesaikannya sama-sama. Terlalu lama, keburu hancur sudah korbannya. Lebih banyak orang tak sadar daripada orang sadar. Bisa di hitung dengan jari, bisa pula di buktikan dengan mata kepala sendiri.
            Malahan kita sendiri. Sungguh ironi.
            Sadar diri, itu sangat penting. Apa yang bisa kita lakukan, lakukan! Ketika lihat kesalahan orang, ingatkan lalu tutupi! Jangan sampai orang lain tahu, kecuali agar waspada dengan keburukan orang itu. Selama itu tidak merugikan, selama itu tidak menimbulkan masalah serius bersama, ingatkan lalu tutupi! Jangan menghakimi, sebagaimana kita tak ingin di hakimi massa.
            Soal diam. Diamlah ketika harus diam. Diamlah ketika memang benar-benar perlu diam. Bila di depan kita ada peristiwa pembunuhan, tegakah kita bersikap diam? Keburu mati tuh orang!
Lha.. nanti kita malah jadi sasaran pembunuh lho…
Bagaimana kalau itu kita?
            Kutipan Inferno Dante dalam bukunya The Divine Comedy :
            ‘Tempat tergelap di neraka, dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral!’
            Relativitas menghakimi adalah mengingatkan orang dengan baik. Relativitas dari diam cari aman-tidak peduli adalah diam menjaga harga diri orang lain. Paradoks dari mengingatkan orang akan keburukan orang lain adalah diam menjaga martabat orang. Paradoks dari diam cari aman adalah mengingatkan orang bahwa yang di lakukannya adalah salah, sebisa mungkin.
            …..
            Relativitas-paradoks. Coba temukan dalam kehidupan sehari-hari.
            Berikutnya cepat saja, soalnya pengarang keburu ngantuk oi …